Dapen Pos

Kepesertaan


Kebijakan Umum
Kebijakan kepesertaan program pensiun Dana Pensiun Pos Indonesia mengacu pada Peraturan Dana Pensiun Pos Indonesia, Kepesertaan program pensiun Dana Pensiun Pos Indonesia dimulai sejak Karyawan terdaftar menjadi Peserta, yaitu mulai dari pengangkatan menjadi calon karyawan yang diangkat dan dipekerjakan oleh Perusahaan berdasarkan perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu dan berakhir pada saat Peserta berhenti bekerja. Seorang Peserta tidak dapat mengundurkan diri atau menuntut haknya dari Dana Pensiun Pos Indonesia apabila masih memenuhi syarat kepesertaan, sebagaimana ditentukan dalam Pasal 23 Peraturan Dana Pensiun Pos Indonesia.  Selain itu, untuk menjadi Peserta, Karyawan wajib mengisi formulir pendaftaran yang disediakan khusus untuk itu dan memuat antara lain kesediaan untuk membayar Iuran Pensiun yang dipotong dari gajinya setiap bulan.
Sebagaimana diatur dalam Peraturan Dana Pensiun Pos Indonesia, peserta program pensiun Dana Pensiun Pos Indonesia memiliki hak atas Manfaat Pensiun, sebagai berikut:

  1. Manfaat Pensiun Normal diberikan kepada Peserta yang berhenti bekerja setelah mencapai usia pensiun normal yaitu 56 (lima puluh enam) tahun.
  2. Manfaat Pensiun Dipercepat Diberikan kepada Peserta yang berhenti bekerja setelah mencapai usia sekurang-kurangnya 46 (empat puluh enam) tahun.
  3. Manfaat Pensiun Cacat Diberikan kepada Peserta yang berhenti bekerja karena dinyatakan cacat oleh dokter yang ditunjuk oleh Pemberi Kerja.
  4. Pensiun Ditunda Diberikan kepada Peserta yang berhenti bekerja sebelum mencapai usia 46 (empat puluh enam) tahun dengan masa kerja sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun dan tidak mengalihkan hak atas pensiun ditunda ke dana pensiun lain.
  5. Manfaat Pensiun Janda/Duda Diberikan kepada janda/duda dalam hal Peserta atau Pensiunan meninggal dunia yang terdaftar pada Perusahaan sebelum Peserta berhenti bekerja, meninggal dunia atau pensiun.
  6. Manfaat Pensiun Anak Memiliki anak yang berusia di bawah 21 (dua puluh satu) tahun dan dapat dibyarkan sampai Anak usia 25 (dua puluh lima) tahun dengan dibuktikan bahwa anak masih bersekolah/kuliah,
  7. Manfaat Pensiun Sekaligus Diberikan sekaligus berdasarkan permintaan Penerima Manfaat Pensiun apabila memenuhi persyaratan/sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Besar Manfaat Pensiun secara sekaligus adalah nilai sekarang dari seluruh Manfaat Pensiun yang belum dibayarkan.

Pembayaran Manfaat Pensiun Bagi Pensiunan

  1. Pembayaran Manfaat Pensiun Normal dilakukan terhitung mulai tanggal 1 (satu) bulan berikutnya setelah Peserta mencapai usia Pensiun Normal dan berakhir setelah Pensiunan meninggal dunia.
  2. Pembayaran Manfaat Pensiun Dipercepat dilakukan terhitung mulai tanggal 1 (satu) bulan berikutnya setelah Peserta berhenti bekerja dalam jangka waktu 10 (sepuluh) tahun sebelum dicapainya usia pensiun Normal dan berakhir setelah Pensiunan meninggal dunia.
  3. Pembayaran Manfaat Pensiun Cacat dilakukan terhitung mulai tanggal 1 (satu) bulan berikutnya setelah Peserta berhenti bekerja karena cacat dan berakhir setelah Pensiunan meninggal dunia.
  4. Pembayaran hak atas Pensiun ditunda dilakukan terhitung mulai tanggal 1 (satu) bulan berikutnya setelah Mantan Karyawan mencapai usia Pensiun Normal atau atas permintaan yang bersangkutan dibayarkan pada tanggal 1(satu) bulan berikutnya setelah mencapai 46 (empat puluh enam) tahun dan berakhir setelah Pensiunan meninggal dunia.
  5. Pembayaran Manfaat Pensiun bagi Pensiunan bulan ke-1 sampai dengan bulan ke-6 setelah Pensiunan meninggal dunia dibayarkan kepada anak yang berhak atas Manfaat Pensiun Anak.
  6. Pembayaran Manfaat Pensiun dilaksanakan setelah Peserta memberikan data yang diperlukan secara lengkap ke dana pensiun melalui Pemberi Kerja.

Apabila tidak ada janda/duda/anak yang berhak, pembayaran Manfaat Pensiun berakhir pada akhir bulan saat Pensiunan meninggal dunia.

 

VALUASI AKTUARIA

Berikut asumsi yang digunakan untuk menghitung Nilai Kini Aktuarial Dana Pensiun Pos Indonesia per tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut.

Asumsi Valuasi Terakhir Valuasi Saat Ini

Tingkat Bunga Aktuaria LS

Tingkat Bunga Aktuaria NKA

Valuasi 31 Des 2019 = 9,50%

Valuasi 31 Des 2020 = 9,00%

Valuasi 31 Des 2021 = 8,50%

Valuasi 31 Des 2022 = 8,00% dan seterusnya

9,50%

Valuasi 31 Des 2020 = 9,00%

31 Des 2021 = 9,00%

31 Des 2022 = 9,00%

31 Des 2023 = 8,50%

31 Des 2024 = 8,50%

31 Des 2025 = 8,50%

31 Des 2026 = 8,00% dan seterusnya

Tingkat Kenaikan Penghasilan
Dasar Pensiun
6,00% per tahun 6,00% per tahun
Tingkat Kenaikan Manfaat Pensiun 6,00% per 2 tahun di bulan Januari tahun genap 6,00% per 2 tahun di bulan Januari tahun genap
Usia Pensiun Normal 56 tahun 56 tahun
Tingkat Mortalita 150% The 1949 Annuity MortalityTable 150% The 1949 Annuity
Mortality Table
Tingkat Cacat 10,00% dari Tabel Mortalita 10,00% dari Tabel Mortalita
Tingkat Pengunduran Diri 10,00% per tahun untuk Peserta berusia 20 tahun dan menurun secara proporsional sampai 0%
pada usia 56 tahun
10,00% per tahun untuk Peserta berusia 20 tahun dan menurun secara proporsional sampai 0% pada usia 56 tahun
Metode Valuasi Aktuaria Attained Age Normal Attained Age Normal
Biaya Pengelolaan 10,00% dari Iuran Normal dan
1,00% dari Kewajiban
10,00% dari Iuran Normal dan
1,00% dari Kewajiban
Beda Usia Peserta dengan Suami
atau Istri
3 tahun 3 tahun
Iuran Peserta 5,00% dari PhDP 5,00% dari PhDP
Pajak atas Manfaat Pensiun Sesuai tarif PPh 21 Sesuai tarif PPh 21

Terdapat perubahan asumsi pada valuasi ini, yaitu tingkat bunga aktuaria

Penjelasan Asumsi:

1. Tingkat Bunga Aktuaria

Tingkat bunga aktuaria adalah tingkat bunga diskonto yang digunakan untuk menentukan Nilai Sekarang dari rangkaian pembayaran Manfaat Pensiun bulanan yang akan diterima oleh Peserta. Pada valuasi terakhir, digunakan asumsi sebesar 9,50%. Asumsi ini dinilai harus ditinjau kembali, mengingat asset investasi yang dimiliki Dana Pensiun saat ini, jika diproyeksikan, sudah tidak dapat memenuhi nilai diskonto yang digunakan. Kondisi saat ini, tidak memungkinkan Pendiri Dana Pensiun untuk melakukan top up untuk mencapai tingkat bunga ideal dalam jangka pendek, sehingga perubahan tingkat diskonto dilakukan secara bertahap dan untuk valuasi tahun ini, bunga aktuaria dilakukan penyesuaian menjadi 9,00%. Penyesuaian asumsi bunga aktuaria, dilakukan dengan memperpanjang masa penyesuaian dari asumsi pada valuasi sebelumnya.
• Valuasi 31 Desember 2020 = 9,00%
• Valuasi 31 Desember 2023 = 8,50%
• Valuasi 31 Desember 2026 = 8,00%
Rata-rata hasil investasi bersih yang diperoleh Dana Pensiun Pos Indonesia selama 5 tahun terakhir menunjukkan angka sebesar 9,10%, jika hasil investasi mengindahkan kenaikan nilai investasi (SPI). Hasil pengembangan rata-rata berada di atas bunga diskonto. Sedangkan hasil investasi bersih tanpa mengindahkan kenaikan nilai investasi (Non SPI) menunjukkan angka sebesar 6,99%. Berikut tabel riwayat rata-rata hasil investasi bersih selama 5 tahun terakhir.

Tahun Hasil Investasi Bersih Dengan SPI Hasil Investasi Bersih Non SPI
2016 9,82% 6,12%
2017 9,41% 5,30%
2018 4,61% 7,86%
2019 13,44% 8,13%
2020 8,20% 7,52%
Rata-rata 9,10% 6,99%

 

Tingkat bunga aktuaria yang digunakan untuk menghitung Liabilitas Solvabilitas adalah 9,5%, tidak berubah dari tingkat bunga yang digunakan pada valuasi sebelumnya.  Tingkat bunga aktuaria digunakan untuk menetapkan cadangan Manfaat Pensiun dimana pembayarannya masih akan berlangsung lama dan penyesuaiannya mempertimbangkan investasi jangka panjang dari portofolio yang dimiliki Dana Pensiun. Hal ini berbeda karakter dengan Liabilitas Solvabilitas, dimana Liabilitas Solvabilitas dihitung jika Dana Pensiun bubar. Begitu pula dengan nilai sekaligus untuk pembayaran Manfaat Pensiun sekaligus, faktor yang digunakan untuk menghitung nilai tersebut jika Manfaat Pensiun diberikan saat ini.  Dengan pertimbangan tersebut, maka tujuan menurunkan tingkat bunga aktuaria untuk kelangsungan pembayaran di Dana Pensiun tidak tercapai jika pembayaran sekaligus juga dilakukan penyesuaian. Donasi atau tambahan dana yang dilakukan Pemberi Kerja adalah agar kelangsungan pendanaan dan kegiatan investasi berjalan baik.  Jika Dana Pensiun dibubarkan, maka nilai kekayaan yang digunakan adalah seluruh nilai kekayaan yang dimiliki oleh Dana Pensiun.

2. Tingkat kenaikan Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP)
Tingkat kenaikan PhDP diasumsikan sebesar 6,00% per tahun, sesuai kenaikan PhDP yang dijanjikan. Asumsi konsisten dengan asumsi valuasi aktuaria sebelumnya.

3. Tingkat Mortalita
Tingkat mortalita sebagai acuan nilai estimasi tingkat kematian, yang digunakan pada valuasi ini adalah 150% tingkat kematian dari tabel The 1949 Annuity Mortality Table, konsisten dengan asumsi valuasi aktuaria sebelumnya. Penggunaan 150% Mortalita ini perlu ditinjau kembali secara berkala. Usia akhir pada tabel 150% The 1949 Annuity Mortality Table berada pada usia 106 tahun. Sedangkan usia tertua peserta Pensiunan di Dana Pensiun saat ini mencapai usia 107 tahun.

4. Tingkat Cacat
Tingkat cacat diasumsikan sebesar 10,00% per tahun dari tingkat mortalita, konsisten dengan asumsi valuasi aktuaria sebelumnya.

5. Tingkat Pengunduran Diri
Tingkat pengunduran diri diasumsikan sebesar 10,00% per tahun untuk Peserta berusia 20 tahun dan menurun secara proporsional sampai dengan 0,00% pada usia 56 tahun, konsisten dengan asumsi valuasi aktuaria sebelumnya.

6. Biaya Pengelolaan
Biaya Pengelolaan diasumsikan sebesar 10,00% dari Iuran Normal dan 1,00% dari Kewajiban, konsisten dengan asumsi valuasi aktuaria sebelumnya

7. Beda Usia Pasangan
Asumsi beda usia pasangan adalah 3 tahun, konsisten dengan asumsi valuasi aktuaria sebelumnya.

whatsapp