Seputar Dana Pensiun
Petunjuk Pelaksanaan Kepesertaan Dan Pembayaran Manfaat Pensiun (JUKLAK)
Petunjuk Pelaksanaan Kepesertaan Dan Pembayaran Manfaat Pensiun (JUKLAK)
Kamis, 10 Juli 2014 06:59 WIB | Dibaca 4288 kali


KEPUTUSAN PENGURUS DANA PENSIUN POS INDONESIA

NOMOR  :  075/DIRUT/SK/ 2013

 

T E N T A N G

PETUNJUK PELAKSANAAN  KEPESERTAAN  DAN

PEMBERIAN MANFAAT PENSIUN

BAGI PESERTA DANA PENSIUN POS INDONESIA

 

PENGURUS DANA PENSIUN POS INDONESIA

 

Menimbang

 

 

 

 

 

 

 

:1.

 

 

 

 

 

 

 

2.

 

 

 

 

3.

bahwa dengan adanya perubahan terhadap Peraturan Dana Pensiun Pos Indonesia dengan Keputusan Direksi PT.Pos Indonesia (Persero) Nomor KD.61/DIRUT/0712 tanggal 25 Juli 2012 perlu mengadakan penyesuaian kembali terhadap Keputusan Pengurus Dana Pensiun Pos Indonesia Nomor 24/Dirut/SK/2005 tanggal 15 Juni 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Kepesertaan dan Pemberian Manfaat Pensiun Bagi Peserta Dana Pensiun Pos Indonesia;

 

bahwa untuk kelancaran dalam pelaksanaan Peraturan Dana Pensiun sebagaimana tersebut di atas, maka dipandang perlu menerbitkan Petunjuk Pelaksanaan Kepesertaan dan Pemberian Manfaat Pensiun bagi Peserta Dana Pensiun Pos Indonesia;

 

bahwa petunjuk pelaksanaan tersebut perlu ditetapkan dengan suatu Keputusan Pengurus Dana Pensiun Pos Indonesia.

 

Mengingat

 

:1.

 

 

 2.

 

 

 

 

 

 

Peraturan Pemerintah Nomor  76 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun Pemberi Kerja;

 

Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor KEP-770/KM.10/2012 tanggal 28 Desemberi 2012 tentang Pengesahan atas Peraturan Dana Pensiun Dari Dana Pensiun Pos Indonesia yang ditetapkan Pendiri dengan Keputusan Pendiri Dana Pensiun Pos Indonesia  Nomor KD 61/DIRUT/0712 tanggal 25 Juli 2012 tentang Peraturan Dana Pensiun Dari Dana Pensiun Pos Indonesia (Lembaran Negara Nomor 6 tanggal 18 Januari 2013).

 

 

M  E  M  U  T  U  S  K  A  N  :

 

Menetapkan

 

:

 

KEPUTUSAN PENGURUS DANA PENSIUN POS INDONESIA TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN KEPESERTAAN DAN  PEMBERIAN MANFAAT PENSIUN BAGI PESERTA DANA PENSIUN POS INDONESIA.

 

BAB  I

KETENTUAN UMUM

Pengertian dan Istilah

Pasal  1

Yang dimaksud dalam Peraturan ini :

 

1. Daftar Susunan Keluarga        : adalah suatu daftar yang berisi data peserta dan susunan keluarga yang masih menjadi tanggungan Perusahaan dan disahkan oleh Kepala Unit Kerja dimana Peserta tersebut terakhir bekerja;

 

2. Formulir Peserta Dapenpos    :  adalah  daftar isian  data  Karyawan  Perusahaan  yang  terdaftar

                                                sebagai Peserta Dapenpos;

 

3. Formulir Pihak Yg Ditunjuk :     adalah daftar isian data Karyawan Perusahaan yang terdaftar sebagai Peserta Dapenpos yang berstatus lajang (belum menikah) dan dibujangkan menurut Peraturan Perusahaan;

 

4. Formulir Ahli Waris              :     adalah daftar isian data Ahli Waris yang sah berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku dari Peserta yang meninggal dunia yang belum mengisi formulir Pihak Yang Ditunjuk;

 

5. Formulir Dapenpos              :  Formulir Pengajuan Pembayaran Manfaat Pensiun Normal, Dipercepat dan Cacat serta Formulir Pendaftaran Susunan Keluarga dari Peserta yang sesuai dengan SK PHK.

 

 6. Tabel Nilai Sekarang           :     adalah Tabel nilai sekarang yang tercantum dalam Valuasi Aktuaria terakhir / yang berlaku.

 

BAB  II

KEPESERTAAN

Peserta Dana Pensiun Pos

Pasal  2

 

(1)           Setiap Karyawan Perusahaan dan Calon Karyawan Perusahaan yang berhak menjadi Peserta Dapenpos adalah Karyawan yang diangkat sampai dengan akhir bulan Desember 2009 (bdsk Surat Dir.SDM PT.Pos Indonesia (Persero) Nomor : 174/DIR SDM/0112 tanggal 25 Januari 2012 tentang Pemisahan Kepesertaan Yang Bekerja Per 1 Januari 2010).

 

(2)          Bagi Karyawan Perusahaan dan Calon Karyawan Perusahaan yang mulai bekerja per 1 Januari 2010 tidak menjadi Peserta Dapenpos melainkan menjadi Peserta Program Pensiun Iuran Pasti yang dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) yang ditunjuk oleh PT. Pos Indonesia (Persero), dan iurannya tidak disetorkan ke rekening Dapenpos (bdsk SE 45/DIR.SDM/0413 tanggal 29 April 2013 jo KD.10/DIRUT/0113 tanggal 30 Januari 2013  perihal perubahan setoran Iuran Peserta PPIP mulai per 1 Mei 2013).

 

(3)         Untuk memenuhi administrasi kepesertaan Dapenpos, setiap Karyawan Perusahaan sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1) di atas wajib mengisi dan menandatangani formulir pendaftaran sebagai Peserta yang disediakan oleh Dapenpos dalam rangkap 4 (empat) dan diketahui oleh :

  1. Kepala Area SDM  di Kantor Area  ;
  2. Kepala Kantor Pos (UPT) atau Manajer Sumber Daya Manusia di Kantor Pos tersebut;
  3. Setingkat Manajer di Kantor Pusat.

(4)         Asli formulir Peserta tersebut dikirimkan kepada Dapenpos, lembar kedua kepada Kantor Pusat PT. Pos Indonesia (Persero), lembar ketiga kepada Unit Kerja masing-masing dan lembar keempat sebagai arsip Peserta.

 

(5)         Dalam  Formulir Kepesertaan, Peserta Dapenpos menyatakan bersedia dipotong Iuran Pensiun sebesar 5% dari Penghasilan setiap bulan yang disetorkan oleh  Bagian SDM tempat Peserta tersebut bekerja.

 

(6)         Iuran Peserta Dapenpos baik yang dipotong dari Kug7 Peserta maupun dari Pemberi Kerja setiap bulan wajib disetorkan kepada rekening Giro Online Dapenpos dengan nomor rekening 4000004451 paling lambat tanggal 5 (lima) pada bulan bertalian.

 

(7)         Masa kepesertaan di Dana Pensiun Pos Indonesia diakui pada saat Calon Karyawan dan Karyawan diangkat dan dipekerjakan oleh Perusahaan;

 

(8)         Perhitungan usia Peserta yang berhenti dan yang diberhentikan oleh Pendiri dapat dihitung kembali dan menjadi kelipatan sebulan bila terdapat selisih perhitungan hari, atau kekurangan hari agar Genap 1(satu) bulan.

 

BAB III

MANFAAT PENSIUN

Pasal  3

Manfaat Pensiun Bagi Suami Istri Peserta Dana Pensiun

 

(1)         Peserta dari Karyawan Perusahaan yang berstatus Suami Istri berhak mendapatkan Manfaat Pensiun secara bulanan atau secara Sekaligus.

(2)         Peserta suami/istri yang berstatus dibujangkan dan meninggal dunia sebelum pensiun maka Manfaat Pensiunnya dibayarkan sekaligus kepada Pihak yang Ditunjuk atau Ahli Warisnya.

(3)         Peserta suami/istri yang berstatus dibujangkan dan meninggal dunia setelah pensiun, maka Manfaat Pensiunnya berakhir.

(4)         Dengan berakhirnya Manfaat Pensiun sebagaimana dimaksud ayat (3) di atas, dan ternyata jumlah seluruh Manfaat Pensiun yang telah dibayarkan kurang dari jumlah akumulasi iuran peserta beserta hasil pengembangannya sampai pada saat dimulainya pembayaran Manfaat Pensiun, maka selisih jumlah tersebut wajib dibayarkan sekaligus kepada Pihak Yang Ditunjuk/Ahli Waris yang sah dari peserta.

(5)         Bagi Peserta suami/istri dapat merubah status sebagai peserta yang dibujangkan atau sebagai peserta yang menanggung keluarga sebelum kedua peserta tersebut meninggal dunia atau berhenti bekerja sebelum usia pensiun dipercepat dengan hak pensiun ditunda atau pensiun.

(6)         Perubahan sebagaimana dimaksud ayat (5) di atas, wajib mengisi formulir Pihak Yang Ditunjuk dan diajukan ke Dapenpos.

 

Pasal  4

Manfaat Pensiun Bagi Peserta Pensiunan yang Hilang

 

(1)      Apabila Peserta pensiunan dinyatakan hilang oleh Pihak Yang Berwajib, maka Pensiunan tersebut dianggap sudah meninggal dunia pada akhir bulan keduabelas sejak dinyatakan hilang dan Manfaat Pensiunnya akan beralih ke Manfaat Pensiun Janda/Duda/Anak atau Ahli warisnya.

(2)      Proses pengalihan pembayaran Manfaat Pensiun lanjutan akan dilakukan setelah Dapenpos menerima Surat Permohonan Pembayaran Manfaat Pensiun lanjutan yang diketahui oleh Kepala Kantor Pos dimana Pensiunan tersebut terakhir menerima Manfaat Pensiun dengan dilengkapi surat keterangan hilang dari Pihak yang Berwajib.

(3)      Perhitungan Pembayaran Manfaat Pensiun Bagi Peserta Pensiunan yang Hilang dan dinyatakan Meninggal Dunia sama dengan Perhitungan Manfaat Pensiun  Janda/Duda/Anak.

(4)      Pembayaran Manfaat Pensiun Lanjutan berlaku sejak tanggal 1 bulan berikutnya setelah akhir tahun keduabelas setelah dinyatakan hilang (Meninggal).

(5)      Apabila setelah batas waktu sebagaimana pada ayat (1) tersebut di atas, pensiunan atau mantan karyawan ditemukan kembali berdasarkan keterangan dari Pihak Yang Berwajib, maka Manfaat pensiun akan dibayarkan kembali sesuai ketentuan yang berlaku dengan memperhitungkan semua pembayaran kepada pihak yang berhak.

(6)      Untuk mendapatkan Manfaat Pensiun kembali, yang bersangkutan diminta untuk mengajukan surat permohonan yang disahkan oleh Kepala Kantor Pos tempat pembayaran Manfaat Pensiun lanjutan dengan dilengkapi surat keterangan (Hidup) dari Pihak Yang  Berwajib.

(7)      Pembayaran Manfaat Pensiun sebagaimana ayat (5) tersebut di atas dilakukan sejak tanggal 1 bulan berikutnya setelah dinyatakan ditemukan kembali oleh Pihak Yang Berwajib.

 

 

Pasal  5

Tata Cara Pengajuan Pembayaran Manfaat Pensiun Normal, Dipercepat dan Cacat

 

(1)         Untuk memperoleh pembayaran Manfaat Pensiun, Normal,Dipercepat dan Cacat terlebih dahulu harus mengajukan Permohonan Pembayaran Manfaat Pensiun kepada Dana Pensiun dengan mempergunakan Formulir  yang telah disediakan oleh Dapenpos yang diketahui oleh Kepala Kantor Pos dimana Peserta tersebut terakhir bekerja yang dengan  disertai :

  1. Copy Surat Keputusan Pemutusan Hubungan Kerja/Surat Keputusan Pemberhentian Kerja dari Pendiri.
  2. Daftar Susunan Keluarga yang diketahui oleh Kepala Unit Kerja yang bertalian.
  3. Copy Kartu keluarga terakhir dilegalisir minimal oleh Kepala Desa setempat setara Kelurahan.
  4. Copy Surat Nikah yang telah di legalisir minimal oleh Kepala Desa seiempat setara Kelurahan.
  5. Copy KTP.
  6. Surat Keterangan Anak belum berpenghasilan dan belum menikah minimal dari kepala desa setempat atau Kelurahan.

(2)         Pembayaran Manfaat Pensiun akan diterbitkan oleh Dapenpos dalam Daftar Pembayaran Manfaat Pensiun jika Dapenpos telah menerima Surat Permohonan untuk memperoleh pembayaran Manfaat Pensiun paling lambat 3(tiga) bulan.

(3)         Pembayaran Manfaat Pensiun beserta SK Pensiun dari Peserta Pensiun Ditunda  akan diterbitkan berdasarkan surat permohonan pembayaran Manfaat Pensiun yang dilampiri surat keterangan  pilihan peserta atas Pembayaran Manfaat Pensiun secara bulanan atau Manfaat Pensiun secara Sekaligus.

(4)         Dapenpos mengharapkan bantuan dari Kepala Unit Area di Pusat maupun  di Area  untuk dapat membantu mengirimkan data-data tersebut diatas sebagai kelengkapan Peserta Karyawan Aktif yang menjelang Pensiun maupun Peserta Pensiunan yang sudah meninggal dunia.

(5)         Tata Cara Pembayaran Manfaat Pensiun bulanan secara tunai maupun melalui transfer diatur lebih lanjut oleh Dana Pensiun dengan  Pihak  Ketiga yang ditunjuk dalam PKS (Perjanjian Kerja Sama).

(6)         Manfaat Pensiun wajib dibayarkan Tepat Waktu, Tepat Jumlah dan Tepat Penerima, kecuali ada hal hal diluar dugaan sesuai dengan aturan Perusahaan yang mengakibatkan Penerima Manfaat Pensiun tidak dapat menerima haknya  berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan bersama  (Surat Kuasa Tetap), maka pembayaran tersebut tetap dilakukan sampai batas waktu yang telah ditetapkan.

 

 Pasal  6

Pembayaran Manfaat Pensiun Sekaligus.

  

(1)      Pembayaran Manfaat Pensiun sekaligus yang mengalami keterlambatan pengajuan, maka NS ditetapkan adalah minimal sebesar NS  pada tanggal pemberlakuan SK Pensiun yang diterbitkan oleh Pengurus Dapenpos.

(2)      Peserta yang mengambil Manfaat Pensiun Sekaligus, maka hak atas Manfaat Pensiun dinyatakan

berakhir.

 

Pasal  7

Manfaat Pensiun Bagi Ahli Waris

 

(1)      Apabila Peserta yang tidak memiliki suami/istri/anak, meninggal dunia dan belum menunjuk Pihak Yang Ditunjuk, maka Dana Peserta dapat dibayarkan kepada Ahli Warisnya yang sah menurut Peratutan Perundangan yang berlaku dengan mengisi Formulir dari Dapenpos yang disahkan oleh pihak yang berwenang.

(2)      Surat Permohonan pengajuan pembayaran Hak atas Manfaat Pensiun kepada Ahli Waris harus diketahui terlebih dahulu oleh Kepala Kantor Pos yang bertalian tempat Peserta terakhir bekerja.

(3)      Perhitungan Manfaat Pensiun yang dibayarkan kepada Ahli Waris sama dengan rumus pembayaran Manfaat Pensiun Pihak Yang Ditunjuk secara sekaligus yaitu :

sebesar Nilai Sekarang Sekaligus dari seluruh Manfaat Pensiun Peserta yang dihitung pada saat Peserta Karyawan Perusahaan meninggal Dunia dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

 

Hak atas Manfaat Pensiun Sekaligus  =  Nilai Sekarang Sekaligus x Manfaat Pensiun bulanan (peserta tidak kawin) x 12

 

Pasal  8

Pembuktian Status Penerima Manfaat Pensiun

 

(1)         Dana Pensiun wajib menerbitkan surat keputusan mengenai hak atas manfaat pensiun bagi Pensiunan, Janda/Duda/Anak, Pihak yang Ditunjuk, Ahli Waris setelah menerima surat keputusan pemberhentian atau surat pemutusan hubungan kerja dari Perusahaan secara lengkap.

(2)         Apabila dalam surat pemberhentian tersebut terdapat kekeliruan penetapan jumlah masa kerja, usia peserta (terdapat selisih bulan) yang diketahui  oleh Sistem (Perhitungan Dapenpos), maka Dapenpos akan melakukan penyesuaian perhitungan Manfaat Pensiun secara langsung tanpa menunggu Surat Keputusan pencabutan dan penetapan SK PHK kembali serta sebagai peneguhannya, Dapenpos akan berkoordinasi dengan Bagian Pengelolaan SDM/Juru Bayar Kantor Bayar Manfaat Pensiun yang bertalian untuk mendapatkan perbaikan SK PHK tersebut.

(3)         Apabila dalam surat pemberhentian tersebut terdapat kekeliruan penetapan pembayaran Manfaat Pensiun yang diketahui  oleh Dapenpos yang telah  merugikan Peserta (kurang bayar), maka Dapenpos akan menyesuaikan Manfaat Pensiun kembali setelah menerima Surat Keputusan pencabutan dan penetapan SK PHK kembali dan berkoordinasi dengan Bagian Pengelolaan SDM/Juru Bayar Kantor Bayar Manfaat Pensiun yang bertalian.

(4)         Apabila dalam surat pemberhentian tersebut terdapat kekeliruan penetapan pembayaran Manfaat Pensiun yang diketahui  oleh Dapenpos yang telah  merugikan Peserta (kurang bayar), maka Dapenpos akan menyesuaikan Manfaat Pensiun kembali setelah menerima Surat Keputusan pencabutan dan penetapan SK PHK kembali dan berkoordinasi dengan Bagian Pengelolaan SDM/Juru Bayar Kantor Bayar Manfaat Pensiun yang bertalian.

(5)         Apabila dikemudian hari terdapat keterangan-keterangan yang diberikan oleh Peserta dan atau dari Perusahaan kepada Dapenpos tidak benar yang berakibat kepada Penetapan Manfaat Pensiun yang salah , maka Manfaat Pensiun tersebut akan dikoreksi sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

Pasal  9

Pembayaran Hak Peserta sebelum berlakunya Peraturan Dana Pensiun

 (Nilai Tebus Pensiun)

 

(1)         Bagi Peserta yang belum menerima haknya sampai dengan berlakuknya Peraturan Dana Pensiun maka tetap dibayarkan dengan perhitungan manfaat sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku pada saat Karyawan Perusahaan diberhentikan.

(2)         Proses pengajuan pembayaran Dana Peserta pada ayat (1) diatas diajukan secara tertulis ke Dapenpos oleh Peserta melalui Unit Kerja tempat Peserta tersebut terakhir bekerja.

(3)         Bagian Pengelolaan SDM di Unit Kerja tempat peserta tersebut terakhir bekerja wajib menghitung iuran peserta berdasarkan data yang ada.

(4)         Dapenpos wajib membayarkan Dana Peserta tersebut (Nilai Tebus Pensiun) kepada Peserta melalui Unit Kerja tempat Peserta tersebut terakhir bekerja.

 

 

BAB IV

KETENTUAN PENUTUP

Pasal 10

 

Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari 2013 dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya.

 

 

 

 

Ditetapkan di  :   B a n d u n g

Pada  tanggal  :   28 Agustus 2013

 

 

 

 

 

 

 

 

 

A.n. PENGURUS DANA PENSIUN

POS INDONESIA

DIREKTUR UTAMA,

 

 

 

HARIYANTO   

NIPPOS  963291890

     

Tembusan Keputusan ini disampaikan kepada :

Direksi PT. Pos Indonesia (Persero);

(Pendiri Dana Pensiun Pos Indonesia)

Ketua Dewan Pengawas Dana Pensiun Pos Indonesia;

Para Kepala Area PT Pos Indonesia (Persero);

Para Kepala SPI di Area ;

Para Ka UPT

 

 

 

 

  1. LAMPIRAN PERHITUNGAN PENGHASILAN DASAR PENSIUN (PhDP), NILAI SEKARANG DAN NILAI SEKARANG SEKALIGUS SERTA FORMULIR FORMULIR DAPENPOS

       

Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP) adalah sebagian penghasilan Karyawan Perusahaan yang ditetapkan sebagai dasar perhitungan besarnya Iuran dan Manfaat Pensiun Peserta.

 

Perhitungan Dasar Pensiun (PhDP) adalah Gaji Pokok x 146% bagi Karyawan dengan status Kawin dan Gaji Pokok x 130% bagi Karyawan dengan status Tidak Kawin.

 

Untuk Peserta status Kawin
Gaji Pokok  x 146% (Gaji Pokok terakhir)
 
Untuk Peserta status Tidak Kawin
Gaji Pokok x 130% (Gaji Pokok terakhir)

 

CONTOH PERHITUNGAN MANFAAT PENSIUN ADALAH SEBAGAI BERIKUT :

 

1.       Manfaat Pensiun Normal (MPN) :

    

MPN/bulan = Faktor x Masa Kerja x PhDP

Rumus :                                

 

Faktor  = 2,5%

Masa Kerja Maksimal 32 Tahun


Contoh :

 

a.1.      Seorang Peserta Dana Pensiun Pos Indonesia yang berhenti bekerja dengan data sebagai berikut:

þ  Usia      = 56 tahun

þ  Masa Kerja                                = 34 tahun Diakui 32 Tahun

þ  Gaji Pokok Terakhir      = Rp. 1.080.000,00

þ  Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP) Peserta status kawin adalah :

= Gaji Pokok  X 146%

= Rp. 1.080.000,00 x  146%

= Rp. 1.576.800,00

= Besarnya Manfaat Pensiun Normal (MPN)/bulan adalah :

= 2.5% x 32 x Rp. 1.576.800,00

= Rp 1.261.440,00 atau Rp. 1.261.500,00/bulan

 

Jumlah Manfaat Pensiun tersebut lebih besar dari ketentuan Peraturan Dana Pensiun Pos Nomor : KD.61/DIRUT/0712 Pasal 41 sebesar   Rp. 750.000,00/bulan, artinya tidak bisa dibayarkan sekaligus tetapi hanya bisa dibayarkan secara bulanan.

 

 

a.2.      Apabila gaji pokok terakhir sebesar Rp 616.000,00’ maka Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP) apabila Peserta status kawin adalah :

       = Gaji Pokok  X 146%

= Rp. 616.000,00 x 146%

= Rp. 899.360,00

= Besarnya Manfaat Pensiun Normal (MPN)/bulan adalah :

= 2.5% x 32 x Rp. 899.360,00

= Rp 719.488,00 atau Rp. 719.500,00 /bulan

 

Jumlah tersebut lebih kecil dari ketentuan Peraturan Dana Pensiun Pos Nomor : KD.61/DIRUT/0712 Pasal 41 sebesar   Rp. 750.000,00/bulan, artinya bisa dibayarkan sekaligus dengan perhitungan sebagai berikut :

 

= MPN Sekaligus = NILAI Sekarang Sekaligus (Peserta Kawin) x 12 bulan x MPN/bulan

          = 10.214 x 12 x Rp. 719.500,00

          = Rp. 88.187.676,00 dibulatkan Rp. 88.187.700,00

 

 

b.1.     Apabila gaji pokok terakhir sebesar Rp. 1.080.000,00, maka Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP) Peserta status tidak kawin adalah :

= Gaji Pokok x 130%

= Rp. 1.080.000,00  x 130%

= Rp.1.404.000,00

= Besarnya Manfaat Pensiun Normal (MPN)/bulan adalah :

= 2.5% x 32 x Rp. 1.404.000,00

= Rp. 1.123.200,00 /bulan

 

 

b.2.     Apabila gaji pokok terakhir sebesar Rp 616.000,00’ maka Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP) apabila Peserta status tidak kawin adalah :

 

= Gaji Pokok x 130%

= Rp. 616.000,00  x 130%

= Rp.800.800,00

= Besarnya Manfaat Pensiun Normal (MPN)/bulan adalah :

= 2.5% x 32 x Rp. 800.800,00

= Rp. 640.640,00 atau Rp. 640.700,00/bulan

 

Jumlah tersebut lebih kecil dari ketentuan Peraturan Dana Pensiun Pos Nomor : KD.61/DIRUT/0712 Pasal 41 sebesar   Rp. 750.000,00/bulan, artinya bisa dibayarkan sekaligus dengan perhitungan sebagai berikut :

 

               = MPN    Sekaligus = NILAI Sekarang Sekaligus (Peserta Tidak Kawin) x 12 bulan x MPN/bulan

                = 8.788 x 12 x Rp. 640.700,00

= Rp. 67.565.659,00 atau Rp. 67.565.700,00

 

Catatan : Masa Kerja diakui adalah 32 tahun.

 

2.       Manfaat Pensiun Dipercepat (MPD)

 

Rumus :

MPD/bulan = Nilai Sekarang x Masa Kerja x PhDP

 

 

Seorang Peserta Dana Pensiun Pos Indonesia yang berhenti bekerja dengan data sebagai berikut :

þ  Usia      = 46 tahun 8 bulan

þ  Masa Kerja        = 26 tahun

þ  Gaji Pokok Terakhir      = Rp. 486.000,00

þ  Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP) Peserta status kawin adalah :

= Gaji Pokok terakhir x 146%

= Rp. 486.000,00 x 146%

= Rp. 709.560,00

= Besarnya Manfaat Pensiun Dipercepat (MPD)/bulan adalah :

= 31.53% x 2.50% x 26 x Rp. 709.560,00

= Rp 145.420,00/bulan atau Rp. 145.500,00

 

Jumlah tersebut lebih kecil dari ketentuan Peraturan Dana Pensiun Pos Nomor : KD.61/DIRUT/0712 Pasal 41 sebesar   Rp. 750.000,00/bulan, artinya bisa dibayarkan sekaligus dengan perhitungan sebagai berikut :

 

MPD Sekaligus = NILAI Sekarang Sekaligus (Peserta Kawin) x 12 bulan x MPD/bulan

= 12.160 x 12 x Rp. 145.420,00

= Rp. 21.219.811,00 dibulatkan Rp 21.219.900,-

 

Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP) apabila Peserta status Tidak Kawin adalah :

= Gaji Pokok x 130%

= Rp. 486.000,00 x 130%

= Rp. 631.800,00

= Besarnya Manfaat Pensiun Normal (MPD)/bulan adalah :

= 31.53% x 2.50% x 26 x Rp. 631.800,00

= Rp 129.484,00/bulan atau Rp. 129.500,00

 

Jumlah tersebut lebih kecil dari ketentuan Peraturan Dana Pensiun Pos Nomor : KD.61/DIRUT/0712 Pasal 41 sebesar   Rp. 750.000,00/bulan, artinya bisa dibayarkan sekaligus dengan perhitungan sebagai berikut :

 

MPD Sekaligus = NILAI Sekarang Sekaligus (Peserta TidakKawin) x 12 bulan x MPD/bulan

= 11.067 x 12 x Rp. 123.356,00

= Rp. 17.195.993,00 dibulatkan Rp. 17.196.000,00

 

 

3.       Pensiun Ditunda (PD)

 

Rumus :

PD/bulan = Nilai Sekarang x Masa Kerja x PhDP

 

 

Seorang Peserta Dana Pensiun Pos Indonesia yang berhenti bekerja dengan data sebagai berikut :

þ  Usia                                = 42 tahun 11 bulan

þ  Masa Kerja                      = 23 tahun 3 bulan

þ  Gaji Pokok Terakhir        = Rp. 418.000,00

þ  Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP) apabila Peserta status kawin adalah :

 

= Gaji Pokok  x 146%

= Rp. 418.000,00  x 146%

= Rp. 610.280,00

= Besarnya Hak Pensiun Ditunda (PD) pada saat usia 42 tahun 11 bulan adalah :

= 20.52% x 2.50% x 23.25 x Rp. 610.280,00

= Rp 72.789,00/bulan atau 72.800,00

 

Besarnya Pensiun Ditunda (PD) yang dihitung secara sekaligus pada usia 42 tahun 11 bulan atau dapat dialihkan ke Dana Pensiun lain atau dialihkan ke Dana Pensiun Lembaga Keuangan secara sekaligus sebesar :

 

PD Sekaligus = NILAI Sekarang Sekaligus (Peserta Kawin) x 12 bulan x PD/bulan

= 12.734 x 12 x Rp. 72.789,00

= Rp. 11.122.849,00 dibulatkan Rp. 11.122.900,00

 

= jika dibayarkan secara bulanan  pada usia 46 tahun :

29.14% x 2.50% x 23.25 x Rp.610.280,00 = Rp. 103.366,00/bulan

= jika dibayarkan secara bulanan  pada usia 47 tahun :

32.72% x 2.50% x 23,25 x Rp.610.280,00 = Rp. 116.066,00/bulan

 

 

= jika dibayarkan secara bulanan  pada usia 50 tahun :

46.67% x 2.50% x 23.25 x Rp.610.280,00 = Rp. 165.550,00/bulan

= jika dibayarkan secara bulanan  pada usia 56 tahun :

100.00% x 2.50% x 23.25 x Rp.610.280,00 = Rp. 354.725,00/bulan

 

þ  Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP) apabila Peserta status Tidak kawin adalah :

 

= Gaji Pokok  x 130%

= Rp. 418.000,00  x 130%

= Rp. 543.400,00

= Besarnya Hak Pensiun Ditunda (PD) pada saat usia 42 tahun 11 bulan adalah :

= 20.52% x 2.50% x 23.25 x Rp. 543.400,00

= Rp 64.812,00/bulan

 

 

Besarnya Pensiun Ditunda (PD) yang dihitung secara sekaligus pada usia 42 tahun 11 bulan

atau dapat dialihkan ke Dana Pensiun lain atau dialihkan ke Dana Pensiun Lembaga Keuangan Sebesar :

 

PD Sekaligus = NILAI Sekarang Sekaligus (Peserta status Tidak Kawin) x 12 bulan x PD/bulan

= 11.784 x 12 x Rp. 64.812,00

= Rp. 9.165.058,00

 

= jika dibayarkan secara bulanan  pada usia 46 tahun :

29.14% x 2.50% x 23.25 x Rp.543.400,00 = Rp. 92.039,00/bulan

= jika dibayarkan secara bulanan  pada usia 47 tahun :

32.72% x 2.50% x 23.25 x Rp.543.400,00 = Rp. 103.346,00/bulan

= jika dibayarkan secara bulanan  pada usia 50 tahun :

46.67% x 2.50% x 23.25 x Rp. 543.400,00 = Rp. 147.407,00/bulan

= jika dibayarkan secara bulanan  pada usia 56 tahun :

100.00% x 2.50% x 23.25 x Rp. 543.400,00 = Rp. 315.851,00/bulan

 

 

4.       Manfaat Pensiun Cacat (MPC)

 

Rumus :

MPC/bulan = Faktor x Masa Kerja x PhDP

 

 

Contoh :

Seorang Peserta Dana Pensiun Pos Indonesia yang berhenti bekerja karena Cacat dengan data sebagai berikut :

 

þ  Usia      = 40 tahun

þ  Masa Kerja        = 15 tahun

þ  Gaji Pokok Terakhir      = Rp. 407.000,00

þ  Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP) apabila Peserta status kawin adalah :

 

 

= Gaji Pokok x 146%

= Rp. 407.000,00 x 146%

= Rp. 4594.220,00

= Besarnya Manfaat Pensiun Cacat (MPC)/bulan adalah :

= 2.50% x 32 x Rp. 594.220,00

= Rp 475.376,00/bulan

Jumlah tersebut lebih kecil dari ketentuan Peraturan Dana Pensiun Pos Nomor : KD.61/DIRUT/0712 Pasal 41 sebesar   Rp. 750.000,00/bulan, artinya bisa dibayarkan sekaligus dengan perhitungan sebagai berikut :

 

MPC Sekaligus       = NILAI Sekarang Sekaligus (Peserta Kawin) x 12 bulan x MPC/bulan

= 10.214 x 12 x Rp. 475.376,00

= Rp. 58.265.885,00

 

Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP) apabila Peserta status Tidak kawin adalah :

   = Gaji Pokok x 130%

= Rp. 407.000,00 x 130%

= Rp. 529.100,00

 

= Besarnya Manfaat Pensiun Cacat (MPC)/bulan adalah :

= 2.50% x 32 x Rp. 529.100,00

= Rp 423.280,00/bulan

 

Jumlah tersebut lebih kecil dari ketentuan Peraturan Dana Pensiun Pos Nomor : KD.61/DIRUT/0712 Pasal 41 sebesar   Rp. 750.000,00/bulan, artinya bisa dibayarkan sekaligus dengan perhitungan sebagai berikut :

 

MPC Sekaligus         = NILAI Sekarang Sekaligus (Peserta Tidak Kawin) x 12 bulan x MPC/bulan

= 8.788 x 12 x Rp. 423.280,00

= Rp. 44.637.415,00

 

Catatan : Masa Kerja dihitung sampai dengan peserta mencapai usia Pensiun Normal (56 tahun).

 

 

5.       Manfaat Pensiun Janda Duda dan Anak

 

1)       Dalam Hal Pensiunan Meninggal Dunia

Rumus :

MP Jd/Dd/Anak/bulan = 60% x MP Pensiunan

 

 

Contoh :

Peserta Pensiunan meninggal dunia dengan Besarnya Manfaat Pensiun terakhir yang dibayarkan adalah Rp. 1.261.440,00 (contoh a.1. Peserta status kawin)

MP Jd/Dd/Anak = 60% x Rp. 1.261.440,00 = Rp. 756.864,00/bulan

 

Apabila besarnya Manfaat Pensiun Peserta Pensiunan/bulan adalah Rp. 719.488,00/bulan (contoh a.2. Peserta Status Kawin) dan saat menerima MP Janda/Duda tersebut berusia 50 tahun, maka besarnya MP Jd/Dd adalah :

MP Jd/Dd/Anak = 60% x Rp. 719.488,00   = Rp. 431.692,00/bulan

 

Bila pembayarannya dilakukan sekaligus, maka MP sekaligus Jd/Dd adalah :

MP Jd/Dd Sekaligus = NILAI Sekarang Sekaligus (Peserta Tidak Kawin Usia 50) x 12 bulan x MP  Jd/Dd/ bulan

= 10.327 x 12 x Rp. 431.692,00

= Rp. 53.497.098,00

 

2)       Dalam Hal Peserta Pegawai Meninggal Dunia dan telah mencapai usia sekurang-kurangnya 46 tahun.

 

MP Jd/Dd/Anak/bulan = 60% x MP yang seharusnya diterima Peserta

Rumus :

 

Contoh :

Peserta Dana Pensiun Meninggal Dunia setelah mencapai usia 46 tahun 8 bulan besarnya Manfaat Pensiun yang seharusnya diterima Peserta/bulan adalah Rp. 145.420,00/bulan (contoh MPD No. 2, Peserta status Kawin).

MP Jd/Dd/Anak          = 60% x Rp. 145.420,00

= Rp. 87.252,00

 

Bila pembayarannnya dilakukan sekaligus, dan pada saat akan menerima MP Jd/Dd tersebut berusia 40 tahun, maka MP Sekaligus Jd/Dd adalah :

MP Jd/Dd Sekaligus = NILAI Sekarang Sekaligus (Peserta Tidak Kawin Usia 40) x 12 bulan x MP         Jd/Dd/ bulan

= 12.260 x 12 x Rp. 87.252,00

= Rp. 12.836.514,00

 

 

3)       Dalam Hal Peserta Pegawai Meninggal Dunia dan belum mencapai usia 46 tahun.

 

MP Jd/Dd/Anak/bulan = 75% x MP yang seharusnya diterima Peserta

 Rumus :

 

Contoh :

Peserta Dana Pensiun Meninggal Dunia setelah mencapai usia 42 tahun 11 bulan besarnya Manfaat Pensiun yang seharusnya diterima Peserta/bulan adalah Rp. 72.789,00/bulan (contoh 3 PD, Peserta status kawin).

MP Jd/Dd/Anak          = 75% x Rp. 72.789,00 = Rp. 54.591,00

 

 

Bila pembayarannya dilakukann sekaligus, dan pada saat akan menerima MP Jd/Dd tersebut berusia 39 tahun, maka MP Sekaligus Jd/Dd adalah :

 

 

MP Jd/Dd Sekaligus = NILAI Sekarang Sekaligus (Peserta Tidak Kawin Usia 39) x 12 bulan x MP   Jd/Dd/ bulan

= 12.407 x 12 x Rp. 54.591,00

= Rp. 8.127.726,00

 

4)       Dalam Hal Peserta Pegawai Tewas

 

MP Jd/Dd/Anak/bulan = 100% x MP yang seharusnya diterima Peserta

 Rumus :

 

Contoh :

Apabila Peserta Pegawai Dana Pensiun Pos Indonesia tewas pada usia 40 tahun (contoh 4, Peserta status kawin) Besarnya Manfaat Pensiun yang seharusnya diterima Peserta/bulan adalah Rp. 475.376,00/bulan.

MP Jd/Dd/Anak = 100% x Rp. 475.376,00  = Rp. 475.400,00

 

Bila pembayarannya dilakukan sekaligus, dan pada saat akan menerima MP Jd/Dd tersebut berusia 35 tahun, maka MP Sekaligus Jd/Dd adalah :

MP Jd/Dd Sekaligus = NILAI Sekarang Sekaligus (Peserta Tidak Kawin Usia 35) x 12 x MP Jd/Dd/ bulan

= 12.918  x  12 x Rp. 475.376,00  = Rp. 73.690.886,00

 

Catatan : Masa Kerja Peserta dihitung sampai dengan Peserta mencapai usia pensiun Normal.

 

5.       Manfaat Pensiun Bagi Pihak Yang Ditunjuk

 

Rumus :

MP Sekaligus = Nilai Sekarang Sekaligus x 12 x MP yang seharusnya diterima Peserta

  

 

Seorang Peserta Dana Pensiun Pos Indonesia yang berstatus tidak kawin meninggal dunia dengan data sebagai berikut :

þ Usia       = 52 tahun

þ Masa Kerja         = 28 tahun

þ Gaji Pokok Terakhir        = Rp. 626.000,00

þ Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP) adalah :

= Gaji Pokok  x 130%

= Rp. 626.000,00 x  130%

= Rp. 813.800,00

      MP yang Seharusnya = Rp. 59,64% x 2,5% x 28 x  Rp. 813.800,00 = 339.745,00 

 

= Besarnya Manfaat Pensiun yang dibayarkan secara sekaligus adalah :

  MP Pihak Ditunjuk = NS sekaligus usia 52 tidak kawin  x 12 x MP bulanan

= 9.841 x 12 x 339.745,00  = Rp. 40.121.199,00

 

Manfaat Pensiun Berakhir/Putus (Ahli Waris)

 

Kekurangan MP =  Akumulasi Iuran ditambah pengembangan – Besar MP 

Besar MP = MP/bulan x Lamanya peserta menjalani Pensiun (Jumlah MP yang sudah diterima)

 

Rumus :

 

 

 

Peserta Pensiunan Pegawai meninggal dunia dibawah 10 tahun masa kepesertaannya maka MP dan Iurannya harus diselisihkan, dengan data sebagai berikut :

þ  Mulai Pensiun          = 01-09-2009

þ  Tanggal Meninggal = 01-12-2010

þ  MP/bulan   = Rp. 856.200,00

 

Jumlah MP     = MP tahun 2009 Rp. 856.200,00 x 4 bln +

                         MP tahun 2010 Rp. 907.600,00 x 12 bln

                            =  Rp. 3.424.800,00 + Rp. 10.891.200,00

                            =  Rp. 14.316.000,00

 

Akumulasi Iuran Peserta adalah :

Akumulasi pd usia pensiun = Iuran Bulanan x

Rumus :

 

Hasil Perhitungan Akumulasi Iuran sebesar  Rp. 20.833.314,00

 

Selisih Kekurangan Hak atas Manfaat Pensiun untuk Ahli Waris adalah :

Rp. 20.833.314,00   -  Rp.  14.316.000,-  =   Rp. 6.517.314,- atau Rp. Rp.6.517.400,-

 

Peserta Pensiun Janda/Duda/Anak meninggal dunia/menikah lagi/dewasa dibawah 10 tahun masa kepesertaannya maka MP dan Iurannya harus diselisihkan, dengan data sebagai berikut :

þ  Mulai Pensiun                      = 01-05-2006

þ  Tanggal Meninggal = 04-02-2007

þ  Mulai Pensiun Janda            = 01-03-2007

þ  Tgl. MD Janda                    = 31-12-2008

þ  MP/bulan               = Rp. 302.600,00 (pensiun pegawai)

þ  MP/bulan               = Rp. 181.600,00 (pensiun janda)

 

Jumlah MP Pegawai    = MP tahun 2006 Rp. 302.600,00 x 8 bln +

                                        MP tahun 2007 Rp. 302.600,00 x 2 bln

                                                = Rp. 2.420.800,00 + Rp. 605.200,00

                                                = Rp. 3.026.000,00

Jumlah MP Janda       = MP tahun 2007 Rp. 181.600,00 x 10 bln +

                                       MP tahun 2008 Rp. 192.500,00 x 12 bln

                                               = Rp. 1.816.000,00 + Rp. 2.031.000,00

                                               = Rp. 4.126.000,00

 

Jumlah MP sebesar Rp. Rp. 3.026.000,00 + Rp. 4.126.000,00  =  7.152.000,00

 

Hasil Perhitungan Akumulasi Iuran sebesar  Rp. 20.833.314,00

Selisih Kekurangan Hak atas Manfaat Pensiun untuk Ahli Waris adalah :

           

Rp. 20.833.314,00   -  Rp.  7.152.000,00  =   Rp. 13.681.314,- atau Rp. Rp.13.681.400,-

 

 

Suami/Isteri peserta Dana Pensiun yang ditetapkan oleh Perusahaan berstatus bujangan dan meninggal dunia, maka manfaat pensiunnya dibayarkan sekaligus kepada Ahli Waris yang Sah, dengan data sebagai berikut :

þ  Usia            = 56 tahun

þ  Masa Kerja  = 32 tahun

þ  Gaji Pokok Terakhir            = Rp. 825.000,00

þ  Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP) adalah :

 

= Gaji Pokok x 130%

= Rp. 825.000,00 x 130%

= Rp. 1.072.500,00

= Besarnya Manfaat Pensiun yang dibayarkan secara sekaligus adalah :

MP  sekaligus       = NILAI Sekarang Sekaligus x 12 x MP Peserta

      = 8.788 x 12 x (100% x 2.50 x 32 x Rp. 1.072.500,00)

      = Rp. 90.481.248,00

 

 

Manfaat Pensiun Dibayarkan Sekaligus.

Rumus :

MP bulanan  =  Nilai Sekarang ( pada saat pengajuan MP  x Masa Kerja x PhDP

 

MP Sekaligus = MP bulanan x 12 x NS Usia pemohon pada saat pengajuan.

 

 

 

 

 

 

Peserta Dana Pensiun yang memilih Pembayaran Manfaat Pensiun Sekaligus dan permohonan pembayarannya mengalami keterlambatan atau setelah melewati waktu hak  pensiun , dengan data sebagai berikut :

þ  Usia Pensiun           = 46 tahun

þ  Status Berkeluarga

þ  Usia Peserta pada saat pengajuan  = 46 Tahun 5 bulan 

þ  NS bulanan = 30.63% & NS Sekaligus = 12.202000

þ  Masa Kerja  = 18 tahun 1 bulan

þ  Gaji Pokok Terakhir            = Rp. 283.000,00

þ  Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP) adalah :

 

= Gaji Pokok +Tunj. Perusahaan + Tunj.Keluarga

= Rp. 283.000,00+ Rp. 84.900,00 + Rp.45.280,00

= Rp. 413.180,00

= Besarnya Manfaat Pensiun yang dibayarkan secara sekaligus adalah :

= MP bulanan = 30.63% x 2,5% x Rp. 413.180,00 x 18,083 = Rp. 57.214,00

=MP Sekaligus = 12.202000 x 12 x Rp. 57.214,00

= Rp. 8.377.600,00

 

Catatan :  Nilai Sekarang dan Nilai Sekarang Sekaligus berdasarkan Laporan Valuasi Aktuaria Per     30 September  2012.

 

B.  Tabel Nilai Sekarang (Nilai Sekarang dari suatu jumlah  satu  bulan Manfaat Pensiun)

 

C.  Tabel Nilai Sekarang Sekaligus (Nilai Sekarang dari seluruh pembayaran-pembayaran Manfaat Pensiun)



File Download ⇒ formulir permohonan mp janda-13.docx

Peserta
Tidak Bisa Masuk ?
Catatan :
Isi No. Peserta dan Kata Sandi dengan Nippos atau Nopen Anda.

Agenda kegiatan
Jumlah Peserta / Juni 2018

Peserta Aktif = 13.767 orang
Peserta Yg Berhak atas Pensiun
Ditunda = 491 orang
Pensiunan = 19.046 orang