Seputar Dana Pensiun
Direktorat Kepesertaan & Umum
Direktorat Kepesertaan & Umum
Rabu, 19 Februari 2014 13:26 WIB | Dibaca 6293 kali


A. STRUKTUR DAN IURAN PESERTA

    Struktur Kepesertaan :

  1.     Peserta Aktif
  2.     Peserta Pensiunan
  3.     Peserta Ditunda

 

    Struktur Iuran :

    - Iuran Dana Pensiun Berasal Dari :

      1. Iuran Normal Peserta

      2. Iuran Pemberi Kerja

          - Iuran Normal Pemberi Kerja

          - Iuran Tambahan (PSL)

   

B. MATERI SOSIALISASI KEPESERTAAN

 

C. PERTANYAAN DAN JAWABAN YANG SERING MUNCUL (FAQ)

    

1. APA KEWAJIBAN PENSIUNAN / PENERIMA MP?

    Kewajiban Pensiunan / Penerima MP adalah:

     a. Melakukan pembaharuan data secara berkala dan tahunan (FDU)

         Konsekuensi logisnya: jika belum memperbaharui, DAPENPOS tidak mengetahui informasi terbaru dan  dapat menunda dulu  pembayarannya.

           1) Menginformasikan:

                - perubahan status diri, misal kawin lagi atau janda/ duda kawin lagi

                - perubahan atau mutasi Penerima Manfaat Pensiun (Penerima MP meninggal

                  dunia, janda/ Duda kawin lagi, Janda/Duda meninggal dunia, Anak sudah

                  berumur 21 tahun, 25 th atau sudah menikah/bekerja)

          2)  Konsekuensi logis: Bila tidak segera dilaporkan adan akhirnya diketahui maka

                DAPENPOS diwajibkan menagih kembali dan yang ditagih atau ahli warisnya

                harus mengembalikan kelebihan bayar

           3)  Perubahan data (pindah alamat, perubahan no telepon/ HP, email dan dekat

                yang bisa dihubungi, perubahan no rekening) No. HP yg bisa digunakan/

                dimanfaatkan untuk menghubungi Penerima MP

           4)   Siapa yang dikuasakan mengambil MP

 

     b.    Menginformasikan/ lapor ke DAPENPOS bila sudah 3 bulan pensiun

              belum menerima SK PEMBAYARAN MANFAAT PENSIUN

      c.    Memberitahukan kepada  anak/ cucu untuk dapat melaporkan ke DAPENPOS bila ada

              perubahan status penerima MP.

 

2. APAKAH PADA SAAT PENSIUN, ANAK YANG SUDAH DEWASA/ MENIKAH, ISTERI/ SUAMI MENINGGAL LALU PENSIUNAN MENIKAH LAGI DAN PADA SAAT MENINGGAL, HAK ATAS WARISNYA DAPAT TURUN KE ISTERI/ SUAMI YANG BARU?

 

Apabila Pensiunan menikah kembali maka segala haknya tidak dapat turun ke istri yang baru karena waris yang berhak adalah waris pada saat Pensiunan berhenti dari Karyawan PT  Pos Indonesia  atau yang tercatat di SK Pemberhentian dari PT  Pos Indonesia (PERSERO).

 

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.76 Tahun 1992 dinyatakan bahwa “ Janda/Duda adalah istri/suami yang sah dari Peserta atau pensiunan yang meninggal dunia yang telah terdaftar pada Dana Pensiun sebelum Peserta meninggal dunia atau pensiun”, begitupun telah tercantum dalam Peraturan Dapenpos No.KD 61Dirut/0712 tanggal 25 Juli 2012 Pasal 1 ayat 13 yang menyatakan bahwa “ Janda/Duda adalah isteri/suami yang sah menurut hukum dan berhak atas Manfaat Pensiun dari Peserta yang meninggal dunia dan telah terdaftar pada Dana Pensiun sebelum Peserta Karyawan Perusahaan meninggal dunia atau Pensiun.

 

3. SAYA PENSIUNAN KARYAWAN/ KARYAWATI, PADA SAAT PENSIUN ISTERI/ SUAMI SAYA MEMBUAT MASALAH DENGAN KELUARGA TETAPI TIDAK MAU CERAI. BOLEHKAH APABILA SAYA MENINGGAL DUNIA DULUAN, HAK PENSIUN SAYA DITERIMAKAN KE ANAK YANG BERHAK (BUKAN KE ISTERI/ SUAMI)?

 

Menurut UU No. 11 tahun 1992 tentang Dana Pensiun dan PDP DAPENPOS, ahli waris adalah ahli waris yang terdaftar pada saat Pensiunan masih aktif bekerja di PT  Pos Indonesia (Persero), yang urutannya adalah Suami/ Isteri, Anak dan Orang tua bila karyawan tidak menikah. Dalam UU tersebut tidak dijelaskan secara tegas untuk mencoret ahli waris yang sudah didaftarkan.

 

4. SAYA ADALAH ISTERI/ SUAMI/ ANAK PENSIUNAN  POS. APABILA SUAMI/ ISTERI/ BAPAK/ IBU YANG PENSIUNAN  PT.POS MENINGGAL DUNIA DAN SAYA TIDAK MELAPORKAN, APAKAH SAYA KENA SANKSI DARI DAPENPOS ?

 

Sesuai dengan UU No. 11 tahun 1992 tentang Dana Pensiun dan PDP DAPENPOS , Suami/ Isteri/ Anak wajib segera melaporkan perubahan status/ meninggalnya Pensiunan. Apabila tidak dilaporkan maka Suami/ Isteri/ Anak dianggal menerima sesuatu yang bukan haknya dan DAPENPOS dianggap kelebihan bayar. Sehingga DAPENPOS wajib menagih kembali dan ahli waris (suami/ isteri/ anak) wajib mengembalikan kepada DAPENPOS. Oleh karena itu Isteri/ Sami/ Anak selayaknya segera melaporkan agar DAPENPOS bisa menghentikan pembayaran dan mengalihkan ke ahli waris sesuai ketentuan

 

5. APAKAH PENERIMA MP/ PENSIUNAN PERLU MEMBERITAHUKAN KEWAJIBAN PENSIUNAN/ PENERIMA MP KEPADA SUAMI/ ISTERI/ ANAK/ KELUARGA?

 

Perlu sekali agar Suami/ Isteri/ anak/ keluarga dapat memudahkan ahli waris dan menghindari kelebihan bayar.

 

6.HAL-HAL PENTING APAKAH YANG PERLU DIPERHATIKAN OLEH

PENSIUNAN?

 

a. Pensiunan/ Penerima MP harus menginformasikan alamat/ nomor telepon/ nomor HP/ email yang mudah dihubungi, agar bila ada informasi penting untuk pensiunan, maka yang bersangkutan segera mengetahu informasi tersebut di atas;
b. Menyuruh keluarga terdekat (Putra/ putri) untuk melaporkan kepada DAPENPOS apabila terjadi kejadian penting yang menyebabkan perubahan data (misalnya kematian, janda/ duda menikah lagi) karena bila tidak dilaporkan dan DAPENPOS membayar lebih MP-nya, maka DAPENPOS akan menagih kelebihan bayarnya.
c. Memberikan informasi kepada keluarga terdekat (Putra/ putri), berbagai media yang bisa dihubungi bila membutuhkan info DAPENPOS (misalnya No. Telepon/ HP, Nomor Facsimile, email, web) sehingga para waris dapat menghbungi DAPENPOS dengan cepat.
d. Berikan nomor-nomor telepon/ HP anak atau kerabat yang bisa dihubungi jika sewaktu-waktu dihubungi oleh DAPENPOS terkait hal/ informasi yang penting
 

D. PROGRAM PENSIUN MANFAAT PASTI

   BERDASARKAN MAKSUD DAN TUJUAN PEMBENTUKAN DANA PENSIUN DALAM PDP NOMOR : KD.61/DIRUT/0712 PASAL 5

 

ADALAH UNTUK MENYELENGGARAKAN PROGRAM PENSIUN MANFAAT PASTI, DENGAN TUJUAN MEMBERIKAN KESINAMBUNGAN PENGHASILAN BAGI PESERTA

 

PROGRAM DANA PENSIUN MERUPAKAN PROGRAM JANGKA PANJANG DIMANA PEMBAYARAN MANFAAT PENSIUN YANG DIBAYARKAN SELAIN KEPADA PENSIUNAN JUGA DILANJUTKAN KEPADA JANDA/DUDA/ANAK, OLEH SEBAB ITU DIPERLUKAN DANA YANG CUKUP AGAR PEMBAYARAN MANFAAT PENSIUN DAPAT TERJAMIN KEBERLANGSUNGANNYA.

 

E. FORMULASI MANFAAT PENSIUN : PERHITUNGAN IURAN PENSIUN (IURAN)

    Iuran Normal Peserta 5% dari Phdp

          - Iuran Pemberi Kerja (Formulasi dihitung oleh Aktuaris)

             - Iuran Normal Pemberi Kerja 14% dari Phdp

             - Iuran Tambahan (PSL) jumlahnya berdasarkan Perhitungan Aktuaris

             - Phdp adalah Penghasilan Dasar Pensiun yang dihitung sebagai dasar Iuran dan dan Manfaat Pensiun Sebagai Berikut :

                * Kawin 146% dari Gaji Pokok

                * Bujangan 130% dari Gaji Pokok

 

JENIS MANFAAT PENSIUN

  

a.Manfaat Pensiun Normal, diberikan bagi peserta yang berhenti mencapai usai 56 tahun

  Rumus MP = NS x F x MK x Phdp  (NS = 100%)

   

 b.  Manfaat Pensiun Dipercepat, diberikan bagi peserta yang berhenti bekerja dalam usia sekurangkurangnya 46 tahun.

        Rumus MP = NS x F x MK x Phdp  (NS =  29,14%)

 

 c.  Manfaat Pensiun Cacat, diberikan bagi peserta yang berhenti karena dinyatakan cacat oleh Tim Penguji Kesehatan

        Rumus MP = NS x F x MK x Phdp  (NS =  100%)

 

d.  Manfaat Pensiun Ditunda, diberikan bagi peserta yang mencapai pensiun dipercepat (46 th) dan telah memiliki masa kepesertaan sekurang kurannya 3(tiga) tahun

        Rumus MP = NS x F x MK x Phdp  (NS =  29,14%)

 

F. SIMULASI PERHITUNGAN MANFAAT PENSIUN YANG AKAN DIPEROLEH PESERTA

PERHITUNGAN MANFAAT PENSIUN

 

CONTOH       : Nama  :  Soeyono  Nippos : 955145028

Gaji Pokok      : Rp. 608.000

Phdp                : Rp. 887.680  (status Kawin)

Masa Kerja      : 36 Tahun 6 Bulan   (Maksimal 32 Tahun)

Usia Pensiun   : 56 Tahun  (Pensiun Normal)

Manfaat Pensiun Bulanan :

100%  x  2.5% x 32 x  Rp. 887.680,-   =  Rp. 710.144 /BLN

Manfaat Pensiun Sekaligus

Rp. 710.144  x 10.214056  x  12     = Rp. 87.041.500

                                                        (dibawah  750 rb/bln)

 

PERHITUNGAN MANFAAT PENSIUN
DIPERCEPAT

 

CONTOH       : Nama  :  MULYA N  Nippos : 963316813

Gaji Pokok      : Rp. 281.000

Phdp                : Rp. 410.260  (status Kawin)

Masa Kerja      : 19 Tahun   0 Bulan  (19 Tahun)

Usia Pensiun  : 46 Tahun  ( NS = 29,14% )

Manfaat Pensiun Bulanan :

29,14%  x  2.5% x 19 x  Rp. 410.260-   =  Rp. 56.786

Manfaat Pensiun Sekaligus

Rp. 56.786  x  8.362.300  x  12     = Rp.  8.362.300

                                                        (dibawah  750 rb/bln)

 

G. HAK-HAK (KEUANGAN) PESERTA YANG AKAN DIPEROLEH PADA SAAT PENSIUN

a.  Memperoleh Manfaat Pensiun Normal, atau Manfaat Pensiun

        Cacat  atau Manfaat Pensiun Dipercepat.

     1)   Manfaat Pensiun bulanan. Bila besarnya Manfaat Pensiun Bulanan

           Rp. 750.000,- atau lebih,(diatas 100 juta) dibayarkan secara

           bulanan sampai dengan meninggal dunia dan turunan ke warisnya;

            Bila kurang dari Rp. 750.000,- (dibawah 100 juta) dapat diambil

            sekaligus

     2)   Manfaat Pensiun yang diambil sekaligus sebesar 20% dari MP,

            bagi yang 80% dibayarkan secara bulanan.

 

b. Manfaat Pensiun yang diterima adalah tetap, kenaikan yang berlaku sesuai dengan PDP setiap tahun Genap sebesar 6%.
 
c. Memperoleh informasi mengenai pengelolaan DAPENPOS melalui Info Dapenpos dan WEBSITE Dapenpos.
 
d. Menyampaikan pendapat dan saran mengenai perkembangan portofolio investasi DAPENPOS kepada Pendiri, Dewas dan Pengurus DAPENPOS berdasarkan ketentuan yang berlaku

Peserta
Tidak Bisa Masuk ?
Catatan :
Isi No. Peserta dan Kata Sandi dengan Nippos atau Nopen Anda.

Agenda kegiatan
Jumlah Peserta / Maret 2018

Peserta Aktif = 14.087 orang
Peserta Yg Berhak atas Pensiun
Ditunda = 497 orang
Pensiunan = 18.804 orang