FAQ
FAQ
APA KEWAJIBAN PENSIUNAN / PENERIMA MP?

Kewajiban Pensiunan / Penerima MP adalah:

     a. Melakukan pembaharuan data secara berkala dan tahunan (FDU)

         Konsekuensi logisnya: jika belum memperbaharui, DAPENPOS tidak mengetahui informasi terbaru dan  dapat menunda dulu  pembayarannya.

           1) Menginformasikan:

                - perubahan status diri, misal kawin lagi atau janda/ duda kawin lagi

                - perubahan atau mutasi Penerima Manfaat Pensiun (Penerima MP meninggal

                  dunia, janda/ Duda kawin lagi, Janda/Duda meninggal dunia, Anak sudah

                  berumur 21 tahun, 25 th atau sudah menikah/bekerja)

          2)  Konsekuensi logis: Bila tidak segera dilaporkan adan akhirnya diketahui maka

                DAPENPOS diwajibkan menagih kembali dan yang ditagih atau ahli warisnya

                harus mengembalikan kelebihan bayar

           3)  Perubahan data (pindah alamat, perubahan no telepon/ HP, email dan dekat

                yang bisa dihubungi, perubahan no rekening) No. HP yg bisa digunakan/

                dimanfaatkan untuk menghubungi Penerima MP

           4)   Siapa yang dikuasakan mengambil MP

 

     b.    Menginformasikan/ lapor ke DAPENPOS bila sudah 3 bulan pensiun

              belum menerima SK PEMBAYARAN MANFAAT PENSIUN

      c.    Memberitahukan kepada  anak/ cucu untuk dapat melaporkan ke DAPENPOS bila ada

              perubahan status penerima MP.

APAKAH HAK MANFAAT PENSIUN DAPAT DITURUNKAN?

APAKAH PADA SAAT PENSIUN, ANAK YANG SUDAH DEWASA/ MENIKAH, ISTERI/ SUAMI MENINGGAL LALU PENSIUNAN MENIKAH LAGI DAN PADA SAAT MENINGGAL, HAK ATAS WARISNYA DAPAT TURUN KE ISTERI/ SUAMI YANG BARU?

 

Apabila Pensiunan menikah kembali maka segala haknya tidak dapat turun ke istri yang baru karena waris yang berhak adalah waris pada saat Pensiunan berhenti dari Karyawan PT  Pos Indonesia  atau yang tercatat di SK Pemberhentian dari PT  Pos Indonesia (PERSERO).

 

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.76 Tahun 1992 dinyatakan bahwa “ Janda/Duda adalah istri/suami yang sah dari Peserta atau pensiunan yang meninggal dunia yang telah terdaftar pada Dana Pensiun sebelum Peserta meninggal dunia atau pensiun”, begitupun telah tercantum dalam Peraturan Dapenpos No.KD 61Dirut/0712 tanggal 25 Juli 2012 Pasal 1 ayat 13 yang menyatakan bahwa “ Janda/Duda adalah isteri/suami yang sah menurut hukum dan berhak atas Manfaat Pensiun dari Peserta yang meninggal dunia dan telah terdaftar pada Dana Pensiun sebelum Peserta Karyawan Perusahaan meninggal dunia atau Pensiun.

APAKAH HAK PENSIUN DAPAT LANGSUNG DITERIMA ANAK??

SAYA PENSIUNAN KARYAWAN/ KARYAWATI, PADA SAAT PENSIUN ISTERI/ SUAMI SAYA MEMBUAT MASALAH DENGAN KELUARGA TETAPI TIDAK MAU CERAI. BOLEHKAH APABILA SAYA MENINGGAL DUNIA DULUAN, HAK PENSIUN SAYA DITERIMAKAN KE ANAK YANG BERHAK (BUKAN KE ISTERI/ SUAMI)?

 

Menurut UU No. 11 tahun 1992 tentang Dana Pensiun dan PDP DAPENPOS, ahli waris adalah ahli waris yang terdaftar pada saat Pensiunan masih aktif bekerja di PT  Pos Indonesia (Persero), yang urutannya adalah Suami/ Isteri, Anak dan Orang tua bila karyawan tidak menikah. Dalam UU tersebut tidak dijelaskan secara tegas untuk mencoret ahli waris yang sudah didaftarkan.

APAKAH MENDAPATKAN SANKSI KARENA TIDAK MELAPORKAN KEMATIAN PENSIUNAN POS??

SAYA ADALAH ISTERI/ SUAMI/ ANAK PENSIUNAN  POS. APABILA SUAMI/ ISTERI/ BAPAK/ IBU YANG PENSIUNAN  PT.POS MENINGGAL DUNIA DAN SAYA TIDAK MELAPORKAN, APAKAH SAYA KENA SANKSI DARI DAPENPOS ?

 

Sesuai dengan UU No. 11 tahun 1992 tentang Dana Pensiun dan PDP DAPENPOS , Suami/ Isteri/ Anak wajib segera melaporkan perubahan status/ meninggalnya Pensiunan. Apabila tidak dilaporkan maka Suami/ Isteri/ Anak dianggal menerima sesuatu yang bukan haknya dan DAPENPOS dianggap kelebihan bayar. Sehingga DAPENPOS wajib menagih kembali dan ahli waris (suami/ isteri/ anak) wajib mengembalikan kepada DAPENPOS. Oleh karena itu Isteri/ Sami/ Anak selayaknya segera melaporkan agar DAPENPOS bisa menghentikan pembayaran dan mengalihkan ke ahli waris sesuai ketentuan

APAKAH PENSIUNAN PERLU MEMBERITAHUKAN KEWAJIBAN PENERIMA MP KEPADA KELUARGA?

APAKAH PENERIMA MP/ PENSIUNAN PERLU MEMBERITAHUKAN KEWAJIBAN PENSIUNAN/ PENERIMA MP KEPADA SUAMI/ ISTERI/ ANAK/ KELUARGA?

 

Perlu sekali agar Suami/ Isteri/ anak/ keluarga dapat memudahkan ahli waris dan menghindari kelebihan bayar.

HAL-HAL PENTING APAKAH YANG PERLU DIPERHATIKAN OLEH PENSIUNAN?

HAL-HAL PENTING APAKAH YANG PERLU DIPERHATIKAN OLEH

PENSIUNAN?

 

a. Pensiunan/ Penerima MP harus menginformasikan alamat/ nomor telepon/ nomor HP/ email yang mudah dihubungi, agar bila ada informasi penting untuk pensiunan, maka yang bersangkutan segera mengetahu informasi tersebut di atas;
b. Menyuruh keluarga terdekat (Putra/ putri) untuk melaporkan kepada DAPENPOS apabila terjadi kejadian penting yang menyebabkan perubahan data (misalnya kematian, janda/ duda menikah lagi) karena bila tidak dilaporkan dan DAPENPOS membayar lebih MP-nya, maka DAPENPOS akan menagih kelebihan bayarnya.
c. Memberikan informasi kepada keluarga terdekat (Putra/ putri), berbagai media yang bisa dihubungi bila membutuhkan info DAPENPOS (misalnya No. Telepon/ HP, Nomor Facsimile, email, web) sehingga para waris dapat menghbungi DAPENPOS dengan cepat.
d. Berikan nomor-nomor telepon/ HP anak atau kerabat yang bisa dihubungi jika sewaktu-waktu dihubungi oleh DAPENPOS terkait hal/ informasi yang penting

Peserta
Tidak Bisa Masuk ?
Catatan :
Isi No. Peserta dan Kata Sandi dengan Nippos atau Nopen Anda.

Agenda kegiatan
Jumlah Peserta / September 2017

Peserta Aktif = 14.527 orang
Peserta Yg Berhak atas Pensiun
Ditunda = 508 orang
Pensiunan = 18.711 orang