Berita
Pengajian Triwulanan :
Pengajian Triwulanan :
Senin, 12 Maret 2018 00:48 WIB | Dibaca 162 kali
Pengajian Triwulanan :

Pada hari Kamis,  tanggal 1 Maret 2018 pukul 10.00 WIB bertempat di Ruang Rapat Dapenpos dilaksanakan pengajian rutin triwulanan, sebagai bagian dari upaya Manajemen Dapenpos untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan para karyawan/ti Dapenpos, sebagai bagian dari keseimbangan hidup dan penambahan ilmu agama untuk bekal di akhirat kelak.

Urusan akhirat haruslah menjadi prioritas dibandingkan dengan urusan dunia bagi orang yang berakal dan berilmu sebagaimana firman Allah SWT dalam Al qur’an Q.S. Al Qasas ayat  77 yang artinya  :Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu....”. Bertitik tolak dari ayat ini, maka sebagai insan kamil, manusia harus mengutamakan ibadah untuk bekal akhirat, sedangkan dunia urusan selanjutnya.

Penceramah pada pengajian triwulanan kali ini adalah ustadz K.H. Athian Ali M Da’i, MA, dengan materi ceramah mengenai ”Sakaratul Maut”. Dalam al qur’an di beberapa ayat sering diulang kalimat  ”bahwa yang berjiwa akan merasakan mati”. Mati adalah sebuah kepastian yang akan terjadi pada setiap manusia.

Dalam ceramahnya, Ustadz K.H. Athian Ali M Da’i, MA, mengatakan bahwa Rasulullah SAW berkata bahwa kehidupan dunia bagai setetes air di lautan, sedangkan laut adalah kehidupan akhirat. Artinya bahwa lamanya hidup dunia hanya sebentar dan akan berakhir, sedangkan akhirat sifatnya abadi dan tidak terhingga, serta kekal di dalamnya (kholidina fii ha). Setetes air tersebut akan menentukan kehidupan kita selanjutnya, apakah masuk surga atau kekal di neraka.

Kehidupan dunia adalah ujian, yang diawali pada saat manusia memasuki usia akil balig, dan ujian akan berakhir pada saat sakaratul maut. Kaya atau miskin, sehat mapun sakit, semuanya adalah ujian bagi orang yang beriman. Sakaratul maut adalah detik-detik seseorang menjelang kematiannya. Pada saat itu, manusia diberitahu apakah menjadi calon penghuni surga atau neraka yaitu dengan dibukanya tabir alam gaib oleh Allah SWT. Dalam Al qur’an surat Qaf ayat 22 dan 23 dinyatakan bahwa : ”Sungguh, kami dahulu lalai tentang (peristiwa) ini, maka Kami singkapkan tutup (yang menutupi) matamu, sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam” (22), ”Dan (malaikat) yang menyertainya berkata,”inilah (catatan perbuatan) yang ada padaku”.

Tabir alam ghaib hanya dapat dilihat oleh orang yang menghadapi sakaratul maut dan hanya dapat dilihat oleh nabi dan Rasul pilihan Allah SWT, sebagaimana al qur’an surat Jin: 26-27 yang artinya ”Dia Mengetahui yang gaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapapun tentang yang gaib itu, kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di depan dan di belakangnya”. Masing-masing kita pada saat sakaratul maut akan berurusan dengan malaikat pencatat seluruh amal perbuatannya.

Saat sakaratul maut bagi orang-orang yang shaleh dan shalehah adalah indah dan menyenangkan, sebagaimana al qur’an surat An Nahl ayat 32 : ”(yaitu) orang yang ketika diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan baik, mereka (para malaikat) mengatakan (kepada mereka). Salamun’alaikum, masuklah ke dalam surga karena apa yang telah kamu kerjakan”. Semakin  sholeh seseorang maka akan semakin dapat menangkap ”sinyal” kematian.

Sebaliknya, bagi orang kafir peristiwa sakaratul maut adalah peristiwa yang sangat menakutkan, sebagaimana al qur’an surat Al Anfaal  ayat 50 yang artinya :”Dan sekiranya kamu melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir sambil memukul wajah dan punggung mereka (dan berkata),”Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar”. Al qur’an surat Al An Anam menyatakan : ....(alangkah ngerinya) sekiranya engkau melihat pada waktu orang-orang zalim (berada) dalam kesakitan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), ”Keluarkanlah nyawamu”. Pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan, karena kamu mengatakan terhadap Allah perkataan yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya”.

Di akhir ceramahnya, Bapak Ustadz K.H. Athian Ali M Da’i, MA berpesan, agar kita memanfaatkan sisa umur untuk meningkatkan amal sholeh sehingga pada saat kita dipanggil Allah SWT, terutama pada saat sakaratul maut, kita siap dengan bekal amal sholeh yang cukup sehingga pada saat ditanya oleh malaikat munkar dan nakir di alam barzah, kita lulus menghadapi ujian tersebut. Semoga Allah SWT mewafatkan kita dalam keadaan husnul khotimah, aamiin yaa robbal alamin. (lsh)

Peserta
Tidak Bisa Masuk ?
Catatan :
Isi No. Peserta dan Kata Sandi dengan Nippos atau Nopen Anda.

Agenda kegiatan
Jumlah Peserta / Juni 2018

Peserta Aktif = 13.767 orang
Peserta Yg Berhak atas Pensiun
Ditunda = 491 orang
Pensiunan = 19.046 orang