Berita
PENGAJIAN RUTIN TRIWULANAN DAPENPOS :”PEMBINAAN DIRI SEORANG MUSLIM”
PENGAJIAN RUTIN TRIWULANAN DAPENPOS :”PEMBINAAN DIRI SEORANG MUSLIM”
Senin, 16 Oktober 2017 07:00 WIB | Dibaca 333 kali
PENGAJIAN RUTIN TRIWULANAN DAPENPOS :”PEMBINAAN DIRI SEORANG MUSLIM”

PENGAJIAN RUTIN TRIWULANAN DAPENPOS :

”PEMBINAAN DIRI SEORANG MUSLIM”

Pada hari Rabu,  11 Oktober 2017 pukul 10.00 WIB hingga menjelang adzan dzuhur, dilaksanakan pengajian rutin triwulanan, sebagai bagian dari upaya Manajemen Dapenpos untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan para karyawan/ti Dapenpos.

Banyak ayat yang  menyatakan keutamaan mencari ilmu, khususnya mencari  ilmu agama, sebagaimana Al qur’an Q.S. Az Zumar ayat 9 :’Katakanlah (wahai Muhammad) apakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui, Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”. Bertitik tolak dari ayat ini, maka sebagai insan kamil, manusia harus mencari ilmu agama sebagai bekal untuk akhirat nanti. Sebagai bagian dari mencari bekal ilmu agama inilah maka diselenggarakan ceramah triwulanan agar pengetahuan agama semakin bertambah dan diharapkan akan mempengaruhi  akhlak mulia para karyawan/ti Dapenpos.

 

Penceramah pada pengajian triwulanan kali ini adalah ustadz Ahmad Humaidi, atau yang akrab dipanggil ’Ahum”. Beliau aktif di Pusat Studi Dakwah Al Mustamir, Bandung.  Materi ceramahnya sangat menarik yaitu mengenai  ”pembinaan diri seorang muslim”.

 

Dalam ceramahnya, Ustadz Ahum mengatakan bahwa suksesnya seseorang baik di suatu perusahaan atau di sebuah lingkungan, dimulai dari suksesnya dia dalam membina diri sendiri.  Proses pembinaan diri maksudnya adalah pembinaan secara internal terhadap diri sendiri.

Landasan teologi membina diri sendiri  terdiri dari :

  1. Mengapa harus membina diri sendiri ?

Q.S. At Tahrim : 6  menyatakan :”Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka....” . Allah menghendaki agar kita memelihara diri sendiri , baru kemudian menjaga keluarga. Apabila seseorang sholeh/sholehah, maka keluarganya pun akan terbawa sholeh pula.

2. Yang diminta pertanggungjawaban adalah amal kita.  

Q.S. At  Tagabun : 9 Allah SWT berfirman ”(Ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan kamu pada hari berhimpun, itulah hari pengungkapan kesalahan-kesalahan,. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan kebajikan niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya”

3. Pertanggungjawaban atas amalan seseorang adalah amalan dirinya sendiri.  Q.S. Maryam : 95 Allah SWT berfirman bahwa : ”Dan setiap orang dari mereka akan datang kepada Allah sendiri-sendiri pada hari kiamat”.

4. Dakwah terhadap diri sendiri harus semakin dikuatkan. Q.S. Al Isra:14 Allah SWT berfirman :”Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung atas dirimu”.

 

Syarat-syarat menjadi orang yang sholeh/sholehah agar pandai membina akhlak diri sendiri  adalah :

  1. Banyak bermuhasabah / instrospeksi diri : sebelum beramal (apakah amalan ini bermanfaat), setelah amal (apakah amalan ini efektif dunia dan akhirat), dan instrospeksi terhadap masa hidup / umur kita setiap saat (dipakai untuk apa saja umur kita).
    1. Orang yang cerdas adalah orang yang dapat mengendalikan diri dan beramal untuk kematian dia dan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti diri dan hawa nafsunya, berharap pada Allah tanpa ada upaya.
    2. Seorang hamba berada dalam kebaikan selama dia memberi nasehat untuk dirinya sendiri dan muhasabah menjadi semangat dia. (Hasan Al Basri)
  2. Banyak bertaubat. Dalam At Tahrim : 8 Allah SWT berfirman: ”Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga-surga...”

Allah menerima permintaan taubat  dari hambanya pada waktu malam hari atas perbuatan dosa yang dikerjakannya pada siang hari, dan Allah menerima permintaan taubat dari hambanya pada waktu siang hari atas perbuatan dosa yang dikerjakannya pada malam hari, sampai datangnya matahari dari sebelah barat. Ustad Ahum menegaskan, dengan demikian  selama belum terjadi hari kiamat, Allah SWT akan menerima taubat hambaNya yang benar-benar  kembali ke jalanNya. (lsh)

Peserta
Tidak Bisa Masuk ?
Catatan :
Isi No. Peserta dan Kata Sandi dengan Nippos atau Nopen Anda.

Agenda kegiatan
Jumlah Peserta / Maret 2018

Peserta Aktif = 14.087 orang
Peserta Yg Berhak atas Pensiun
Ditunda = 497 orang
Pensiunan = 18.804 orang