Berita
Yuuk..Mengurangi Konsumsi Karbohidrat
Yuuk..Mengurangi Konsumsi Karbohidrat
Kamis, 23 Maret 2017 03:16 WIB | Dibaca 395 kali
Yuuk..Mengurangi Konsumsi Karbohidrat

Bagi penduduk Indonesia, nasi merupakan makanan pokok yang biasa dimakan setiap hari.  Rata-rata orang Indonesia memiliki kebiasaan makan nasi 3 kali sehari yaitu sarapan  pagi, makan siang dan makan malam. “Lauk pauk boleh apa saja, yang penting porsi nasinya banyak.” Prinsip itu banyak dipegang oleh masyarakat Indonesia, terutama yang tidak memahami gizi seimbang. Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, kita telah diajarkan makanan dengan gizi seimbang yang terdiri dari 4 sehat 5 sempurna, namun realitanya sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan konsumsi pangan yang lengkap gizinya. Ujung-ujungnya prinsip “asal kenyang” pun dipegang. Orang sering beranggapan, jika belum makan nasi maka dianggap belum makan. Nah…mulai dari sekarang buang jauh-jauh  anggapan ini.

Nasi adalah sumber utama karbohidrat. Konsumsi karbohidrat yang berlebihan akan menimbulkan berbagai penyakit. Tanpa disadari kita mengonsumsi karbohidrat tinggi sejak sarapan hingga makan malam, bahkan terkadang menggabungkan beberapa jenis karbohidrat dalam satu kali makan, misalnya nasi dengan mie.

Karbohidrat yang berlebihan akan diproses oleh tubuh menjadi cadangan lemak dan disimpan di dalam  tubuh. Akibatnya tubuh semakin banyak menyimpan lemak, yang menyebabkan bentuk tubuh menjadi melar dan akan banyak penyakit yang rentan menyerang tubuh kita.

Penyakit-penyakit yang dapat menyerang kesehatan tubuh akibat terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat, antara lain:

  1. Sakit jantung
    Mengonsumsi karbohidrat berlebih bisa menyebabkan tingginya tingkat kolesterol dalam tubuh sehingga juga bisa meningkatkan berbagai jenis penyakit jantung seperti pengerasan arteri, stroke, gagal jantung, dan sebagainya.
  2. Karies gigi
    Konsumsi karbohidrat yang terlalu banyak menyebabkan karbohidrat dalam saluran pencernaan menjadi berlebih, sehingga meninggalkan zat asam yang terlalu lama tinggal di dalam gigi. Akibatnya lapisan enamel gigi akan hancur secara perlahan. Bakteri yang ada dalam mulut akan semakin suka karena ada banyak asam yang dihasilkan oleh zat yang tertinggal pada gigi
  3. Meningkatnya lemak tubuh.

Mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah yang terlalu banyak juga bisa menyebabkan perputaran lemak dalam tubuh menjadi lebih berat. Ketika karbohidrat berlebih maka proses tersebut akan terhambat sehingga lemak menjadi menumpuk di beberapa bagian tubuh seperti di perut, lengan, paha dan leher.

  1. Meningkatkan resiko kanker
    Ketika karbohidrat dalam jumlah banyak dikonsumsi dengan lemak dan protein, tubuh akan rentan terkena gangguan usus yang akan meningkatkan resiko terkena kanker usus. Hal ini disebabkan karena penumpukan karbohidrat sulit diolah oleh usus manusia.
  2. Resiko diabetes
    Ketika mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah yang berlebihan maka kandungan glukosa yang didapatkan untuk tubuh juga semakin tinggi. Glukosa adalah zat gula yang digunakan oleh tubuh dan otak untuk bisa terus bekerja. Jaga gula darah Anda tetap stabil .

 

Oleh karena itu, kita harus membatasi konsumsi karbohidrat setiap harinya, terutama nasi yang sering dijadikan sebagai pangan utama. Profesor Williams, pakar kesehatan  dari Organisasi Kesehatan Nasional Australia mengatakan bahwa orang Jepang rata-rata mempunyai usia yang panjang karena mereka mengonsumsi hanya sekitar 40 persen dari kebutuhan harian  karbohidrat setiap harinya. Jadi lebih baik ganti karbohidrat dengan makanan berserat seperti sayuran dan buah-buahan, terutama bagi lansia agar pencernaan terjaga dengan baik. Jangan lupa rutin berolah raga dan banyak berdoa.


 Perlu diketahui, bahwa sumber karbohidrat sangatlah beragam, misalnya singkong, ubi, jagung, sagu, dan lain-lain. Mulailah mengurangi konsumsi nasi, dengan konsumsi karbohidrat non beras. Disamping keunggulan harga yang lebih murah, makanan non beras tersebut dapat divariasikan menjadi hidangan beragam yang mengundang selera. Nikmati hidup di usia senja dengan aneka sajian sehat nan menggugah selera. (lsh)

Selamat mencoba gaya hidup sehat…

Peserta
Tidak Bisa Masuk ?
Catatan :
Isi No. Peserta dan Kata Sandi dengan Nippos atau Nopen Anda.

Agenda kegiatan
Jumlah Peserta / September 2017

Peserta Aktif = 14.527 orang
Peserta Yg Berhak atas Pensiun
Ditunda = 508 orang
Pensiunan = 18.711 orang